Gorontalo — Pelaksanaan Pekan Nasional Petani Nelayan atau PENAS KTNA XVII 2026 di Gorontalo bukan hanya menjadi agenda besar bagi sektor pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan. Lebih dari itu, kegiatan berskala nasional ini juga membuka ruang ekonomi yang sangat besar bagi pelaku UMKM Gorontalo.
PENAS KTNA XVII 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20–25 Juni 2026 di Gelanggang Olahraga David Tony, Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Situs resmi pameran PENAS mencatat kegiatan ini akan menghadirkan agenda pameran, promosi, edukasi, kolaborasi, serta forum bisnis yang mempertemukan pelaku usaha, UMKM, instansi pemerintah, asosiasi, dan berbagai pemangku kepentingan.
Dari sisi skala, PENAS 2026 tidak bisa dipandang sebagai acara biasa. Situs resmi PENAS Gorontalo menampilkan jangkauan kegiatan berupa 300 lebih booth pameran, 50.000 lebih visitor dalam dan luar negeri, 60 lebih perusahaan swasta dan BUMN/BUMD, serta 80 lebih kementerian/lembaga/perangkat daerah nasional.
Dengan jumlah peserta dan pengunjung sebesar itu, PENAS dapat menjadi pasar sementara yang sangat potensial. Pemerintah Kabupaten Gorontalo juga memperkirakan kehadiran sekitar 30.000 peserta, sehingga kesiapan fasilitas dasar seperti air bersih dan pengelolaan limbah menjadi perhatian penting.
Bagi pelaku UMKM, angka tersebut berarti satu hal: ada ribuan calon pembeli, mitra, distributor, dan pengambil keputusan yang akan datang langsung ke Gorontalo.
PENAS Bukan Sekadar Pameran, tetapi Pasar Besar untuk UMKM
Selama ini, banyak UMKM melihat event besar hanya sebagai tempat membuka lapak. Padahal, PENAS Gorontalo 2026 bisa dimanfaatkan lebih luas. Kegiatan ini bukan hanya tempat berjualan, tetapi juga tempat memperkenalkan merek, membangun jaringan, mengumpulkan kontak pembeli, membuka peluang reseller, hingga menawarkan kerja sama dengan instansi.
Dalam FAQ resmi PENAS 2026, target pengunjung kegiatan ini meliputi pelaku usaha dan UMKM, buyer, distributor, instansi pemerintah, akademisi, praktisi, serta masyarakat umum. Artinya, pelaku UMKM tidak hanya berhadapan dengan pembeli eceran, tetapi juga calon pembeli grosir dan mitra jangka panjang.
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi juga menilai PENAS KTNA XVII dapat menjadi penggerak ekonomi rakyat. Menurut pemberitaan Gorontalo Post, kehadiran ribuan tamu dinilai dapat menggerakkan ekonomi warga, mulai dari pemilik homestay, pedagang kecil, hingga pelaku jasa lainnya. Pelaku UMKM lokal juga didorong memanfaatkan momentum ini dengan menghadirkan produk unggulan daerah, termasuk kuliner khas dan kerajinan tangan.
Inilah alasan UMKM Gorontalo perlu bersiap lebih awal. Produk yang baik saja tidak cukup. UMKM harus hadir dengan kemasan yang rapi, cerita produk yang kuat, sistem pemesanan yang mudah, dan strategi promosi yang jelas.
Produk UMKM Apa yang Paling Berpeluang?
PENAS Gorontalo 2026 sangat dekat dengan tema pertanian, perikanan, pangan, teknologi, dan ekonomi daerah. Karena itu, produk UMKM yang paling berpeluang adalah produk yang memiliki hubungan dengan identitas lokal dan kebutuhan pengunjung.
Beberapa produk yang berpotensi besar antara lain:
- Oleh-oleh khas Gorontalo, seperti abon tuna, sambal sagela, ikan nike krispi, keripik pisang goroho, stik jagung, kue karawo, dan kopi lokal.
- Kerajinan dan fashion lokal, seperti karawo, upia karanji, tas lokal, bros, scarf, dan souvenir khas Gorontalo.
- Produk pangan praktis, seperti snack box, makanan ringan, minuman lokal, dan paket konsumsi untuk rombongan.
- Produk pertanian dan perikanan, seperti benih, pupuk organik, hasil olahan pertanian, alat bantu produksi kecil, dan produk pascapanen.
- Jasa pendukung event, seperti katering, transportasi, dokumentasi, desain booth, percetakan, packaging, laundry, hingga jasa antar produk ke hotel atau homestay.
Peluang terbesar bukan hanya menjual satu produk, tetapi membuat paket. Misalnya, paket oleh-oleh Gorontalo berisi abon tuna, sambal sagela, kopi lokal, keripik goroho, dan souvenir kecil. Paket seperti ini lebih mudah dijual kepada peserta dari luar daerah karena praktis dan memiliki nilai cerita.
Tips UMKM agar Siap Memanfaatkan PENAS Gorontalo 2026
Jangan Datang dengan Produk Mentah, Datanglah dengan Paket
Kesalahan umum UMKM saat ikut event besar adalah hanya membawa produk satuan. Padahal, pengunjung sering tidak punya waktu memilih terlalu lama. Mereka lebih suka produk yang sudah dikurasi.
UMKM bisa menyiapkan beberapa paket, misalnya:
- Paket Hemat Gorontalo;
- Paket Oleh-Oleh Peserta;
- Paket VIP Gift;
- Paket Snack Box Kontingen;
- Paket Custom untuk Instansi.
Dengan sistem paket, pembeli lebih mudah mengambil keputusan. UMKM juga bisa menaikkan nilai transaksi karena pembeli tidak hanya membeli satu barang.
2. Siapkan Kemasan yang Layak untuk Dibawa Pulang
PENAS akan dihadiri banyak peserta dari luar daerah. Mereka membutuhkan produk yang mudah dibawa ke bandara, hotel, penginapan, atau dikirim ke daerah asal.
Karena itu, kemasan harus kuat, rapi, dan informatif. Minimal harus memuat nama produk, nama UMKM, kontak WhatsApp, komposisi, berat bersih, tanggal produksi atau kedaluwarsa bila relevan, serta informasi legalitas produk jika tersedia.
Kemasan yang baik bukan hanya melindungi produk. Kemasan juga membuat produk lebih pantas dijadikan oleh-oleh, hampers, atau gift untuk tamu.
3. Gunakan QR Code untuk Katalog dan Pemesanan
UMKM tidak boleh hanya mengandalkan brosur kertas. Saat event ramai, pengunjung sering mengambil foto atau scan QR, lalu memutuskan membeli belakangan.
Setiap UMKM sebaiknya menyiapkan QR Code yang mengarah ke:
- katalog produk;
- WhatsApp Business;
- Instagram;
- toko online;
- form pemesanan;
- lokasi booth.
Dengan QR Code, calon pembeli yang belum sempat membeli di lokasi tetap bisa dihubungi setelah acara selesai. Ini penting karena peluang bisnis PENAS tidak berhenti pada tanggal 25 Juni 2026.
4. Gunakan WhatsApp Business Secara Serius
WhatsApp Business sebaiknya tidak hanya dipakai untuk menerima chat. UMKM perlu mengatur katalog produk, pesan sambutan otomatis, balasan cepat, label pelanggan, dan format order.
Contoh format order sederhana:
Nama:
Asal daerah:
Produk/paket:
Jumlah:
Metode pengambilan: ambil di booth / antar hotel / kirim ekspedisi
Tanggal dibutuhkan:
Dengan format seperti ini, admin lebih mudah mencatat pesanan dan mengurangi kesalahan.
5. Buat Penawaran Khusus untuk Rombongan
Peserta PENAS banyak yang datang sebagai kontingen, rombongan dinas, kelompok tani, komunitas, atau instansi. UMKM jangan hanya menunggu pembeli satuan.
Buat penawaran khusus seperti:
- diskon untuk pembelian 20 paket;
- gratis kartu ucapan untuk pembelian 50 paket;
- gratis antar hotel untuk pembelian 100 paket;
- custom logo instansi untuk paket tertentu.
Strategi ini dapat meningkatkan omzet lebih cepat dibanding hanya menjual eceran.
6. Kumpulkan Database Pembeli
Banyak UMKM hanya fokus pada transaksi hari itu. Padahal, hal paling berharga dari event nasional adalah database.
Setiap pembeli sebaiknya dicatat:
- nama;
- nomor WhatsApp;
- asal daerah;
- instansi;
- produk yang dibeli;
- minat pembelian ulang.
Setelah PENAS selesai, data ini bisa digunakan untuk promosi berikutnya. Misalnya, menawarkan paket oleh-oleh Gorontalo untuk kegiatan kantor, seminar, pelatihan, kunjungan kerja, atau hadiah hari besar.
7. Ceritakan Nilai Lokal Produk
Produk UMKM Gorontalo harus dijual dengan cerita. Jangan hanya menulis “abon tuna” atau “keripik pisang”. Ceritakan bahwa produk tersebut berasal dari potensi lokal Gorontalo, dibuat oleh pelaku usaha daerah, dan membawa identitas kuliner atau budaya setempat.
Untuk produk karawo, misalnya, ceritakan bahwa karawo adalah kerajinan khas Gorontalo. Untuk produk ikan, ceritakan hubungan Gorontalo dengan potensi laut. Untuk produk jagung, hubungkan dengan identitas Gorontalo sebagai daerah yang kuat dalam komoditas pangan.
Pembeli dari luar daerah biasanya lebih tertarik jika produk memiliki cerita yang jelas.
8. Kolaborasi, Jangan Berjalan Sendiri
Tidak semua UMKM harus membuka booth sendiri. UMKM bisa berkolaborasi membuat satu paket bersama. Misalnya, satu UMKM menyediakan abon tuna, satu UMKM menyediakan kopi, satu UMKM menyediakan keripik, dan satu UMKM menyediakan souvenir karawo.
Kolaborasi seperti ini membuat produk terlihat lebih lengkap. Selain itu, biaya promosi, booth, kemasan, dan distribusi bisa ditanggung bersama.
9. Siapkan Stok, tetapi Jangan Berlebihan
UMKM harus menghitung kapasitas produksi. Jangan sampai menerima pesanan besar tetapi gagal memenuhi. Sebaliknya, jangan pula menumpuk stok terlalu banyak tanpa perhitungan.
Cara aman adalah menggunakan sistem:
- stok display untuk dijual langsung;
- pre-order untuk jumlah besar;
- DP untuk pesanan instansi;
- jadwal produksi harian;
- supplier cadangan bila bahan baku habis.
Sistem ini membuat UMKM lebih aman secara cashflow.
10. Manfaatkan Media Sosial Sebelum Hari H
Promosi tidak boleh dimulai saat acara sudah berjalan. UMKM harus mulai memperkenalkan produk sebelum peserta datang ke Gorontalo.
Konten yang bisa dibuat antara lain:
- video proses produksi;
- foto produk;
- video packing;
- cerita pemilik UMKM;
- daftar paket oleh-oleh;
- informasi lokasi booth;
- promo pre-order;
- testimoni pembeli.
Semakin cepat promosi dimulai, semakin besar peluang menerima pesanan sebelum event berlangsung.
PENAS Harus Jadi Momentum Naik Kelas
PENAS Gorontalo 2026 adalah kesempatan besar bagi UMKM lokal untuk naik kelas. Namun, peluang besar hanya akan menjadi hasil nyata jika pelaku usaha menyiapkan diri dengan serius.
UMKM tidak cukup hanya hadir membawa produk. UMKM harus datang dengan strategi: produk yang siap jual, kemasan rapi, harga jelas, katalog digital, QR Code, WhatsApp Business, sistem order, database pelanggan, dan penawaran untuk pembelian rombongan.
PENAS bukan hanya tentang enam hari kegiatan. PENAS bisa menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan produk Gorontalo ke pasar nasional. Jika UMKM mampu memanfaatkan momentum ini, maka dampaknya dapat berlanjut jauh setelah acara selesai.
Dengan persiapan yang tepat, UMKM Gorontalo tidak hanya menjadi penonton dalam PENAS 2026, tetapi menjadi pelaku utama yang ikut menggerakkan ekonomi daerah.







Leave a Comment